Download SMADAV Rev.7.3, Lebih Cepat dan Ringan

Pada Rev. 7 kali ini Smadav telah disempurnakan untuk menjadi jauh lebih cepat dan lebih ringan dalam mendeteksi dan mengamankan komputer Anda dari ancaman virus di Indonesia. Fitur-fitur baru yang ditambahkan seperti Smad-Turbo (Scanning 10x lebih cepat), Smad-Theme (Mengganti warna tema), Smad-Ray (Otomatis scan flashdisk sangat cepat). Ini semua membuat Smadav menjadi salah satu dari antivirus tercepat dan paling ringan sedunia, sehingga Smadav tetap dapat digunakan pada komputer-komputer dengan spesifikasi rendah sekalipun.
Pada Rev. 7 ini Smadav juga menambahkan database pengenalan virus-virus baru yang banyak menyebar di Indonesia. Perkembangan virus lokal saat ini semakin berkurang dan tidak seaktif bulan-bulan sebelumnya. Mungkin ini karena Smadav yang sudah banyak digunakan pengguna-pengguna komputer di Indonesia. Jadi, virus lokal di Indonesia sekarang tinggal sedikit lagi untuk menuju kepunahan.
Selain itu juga banyak perbaikan yang dilakukan pada tampilan Smadav secara keseluruhan agar Smadav semakin mudah dan praktis digunakan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap fitur-fitur baru di Smadav 2009 Rev 7 :
Read more…
‘Indonesia Tidak Butuh Evan Bencong’ Muncul di Situs Polri
Jika akun Facebook milik Evan Brimob mengejutkan banyak orang dengan statement-nya soal cicak, di situs polri juga muncul posting yang cukup mengagetkan. Di situs itu terpasang foto Evan disertai tulisan ‘SAMPAH MASYARAKAT=EVAN BRIMOB’ dan ‘INDONESIA TIDAK BUTUH EVAN BENCONG.’
Air mata buaya si ‘buaya’

air mata buaya
Gambar ini menyindir aksi menangis si Truno 3 alias Susno Duadji ketika rapat klarifikasi dengan Komisi III DPR-RI.
Gambar ini aku dapatkan dari salah satu foto dinding temen FB-an guwe….Lucu…muak…n….. Bener juga ya (sambil berbisik )
Pohon Petai ‘Menangis’ di Lumajang
Detik.com: Warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang digegerkan adanya pohon petai konon bisa menangis. Pohon petai itu milik Suwarni (40), Warga Dusun Tukum Selatan, Desa Tukum, Kecamatan Tekung yang tumbuh di depan rumahnya di pinggir jalan.
Menurut Suwarni, pohon petai miliknya mengeluarkan air dari batangnya sejak satu minggu lalu. Air yang keluar dari pohon itu akan deras pada malam hari. “Kalau siang begini hanya rintik-rintik. Kalau malam jalan aspal depan rumah basah,” kata Suwarni ditemui di rumahnya, Jumat (06/11/2009).
Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, Kondisi pohon petai ini, sebenarnya tidak jauh beda dengan pohon petai lainya. Yang membuatnya berbeda karena disetiap batangnya mengeluarkan air dan menetes.
“Pohon petai itu diketahui mengeluarkan air pertama kali diberi tahu warga dan pengguna jalan yang lewat depan rumah. Semuanya terheran-heran,” ungkapnya.
Kabar pohon petainya menangis menarik perhatian masyarakat sekitar. Setiap malam tetangganya datang ke rumahnya untuk melihat pohon itu. Air yang keluar dari pohon petai tak pernah habis meski sudah hampir satu minggu meneteskan air.
“Saya heran juga kenapa pohon petai ini meneteskan air padahal tidak ada firasat,” tuturnya
Yahoo.com

Untuk 


















